Kamis, 06 Juni 2013

PROSES PEMBUATAN EM 4


TUGAS MANDIRI

PRODUKSI EM4




DESY ANGGRAINI
12131011043



PROGRAM STUDI PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA
PALEMBANG
2013




           Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, disamping kebutuhan sandang, pangan dan kesehatan Karena itu rumah haruslah sehat dan nyaman agar penghuninya dapat berkarya untuk meningkatkan produktifitas hidupnya .Salah satu persyaratan rumah sehat adalah dapat pencegahan penularan penyakit penghuninya.  Penyakit yang menyerang itu diantaranya kurangnya pengolahan  air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, disamping tentunya lingkungan yang mendukung. Pastilah rumah yang tidak terawat akan timbul berbagai macam penyakit. Begitu banyak berkeliaran basil, jamur, bakteri, virus, bisa menyebabkan penghuni rumah terhinggap penyakit. Bahkan rumah yang tidak terawat bisa menjadi ladang perkembangbiakkan kuman.Membersih rumah yang sumber bahan kimia adalah faktor utama yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Termasuk penggunanya juga ikut berperan dalam terjadinya polusi dengan memilih bahan-bahan pembersih yang tidak ramah lingkungan, memakai pupuk dan pestisida kimia dan menggunakan energi yang tidak ramah lingkungan  Menjaga kebersihan rumah beserta lingkungan sekitar adalah modal awal mencegah datangnya penyakit. Sayangnya, kini banyak produk pembersih rumah yang biasa digunakan ternyata beresiko buruk bagi kesehatan manusia. Dari cara penyemprotan, penggunaan dan pembuangan produk pembersih inilah resiko buruk  jika dilakukan secara tidak tepat, tanpa disadari bahan kimia yang terkandung di dalam produk pembersih sedikit demi sedikit mulai mencemari udara, air minum, makanan dan berakhir pada menurunnya kondisi kesehatan tubuh.Bahan pembersih rumah tangga berbasis kimia dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernapasan atas seperti radang tenggorokan, batuk, pilek. Sedangkan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan gangguan pada lever, pernapasan dan ginjal serta menimbulkan penyakit lainnya. Karena itu akan lebih aman jika membersihkan rumah serta perabotan  jika  kembali memanfaatkan bahan organik yang dapat mengurangi penggunaan pembersih berbahan kimia. Selain terjangkau dan aman bagi tubuh, cara ini sekaligus merupakan upaya menghijaukan kembali bumi yang dipijak.
       oleh karena itu  pemanfaatan EM 4 sangatlah bermanfaat   Teknologi EM pertama kali dikembangkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Jepang pada tahun 1980. EM merupakan kultur campuran dari mikroorganisme fermentasi (peragian) dan sintetik (penggabungan) yang bekerja secara sinergis (saling menunjang ) untuk memfermentasi bahan organic. Bahan organic tersebut berupa sampah, kotoran ternak, serasah, rumput dan daun-daunan. Melalui proses fermentasi bahan organic diubah kedalam bentuk gula, alcohol dan asam amino sehingga bisa diserap oleh tanaman. Dewasa ini Teknologi EM telah diterapkan secara luas dalam bidang pertanian, kehutanan, pengolahan limbah dan kesehatan. Teknologi EM di Indonesia telah dimasyarakatkan kepada petani sejak tahun 1993, setelah dilakukan usaha-usaha penelitian dan pengujian dalam skala terbatas oleh lembaga penelitian swasta dan universitas dari tahun 1990 sampai 1993. Usaha pemasyarakatan Teknologi EM di Indonesia pada awalnya diprakarsai oleh yayasan Indonesian Kyusei Nature Farming Societies, yaitu sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan pertanian akrab lingkungan yang berkelanjutan dengan masukan biaya rendah.
  
 Adapun Proses pembuatan EM 4 sebagai berikut:

Bahan - bahan yang akan digunakan :
1. Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
2. Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
3. Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
4. Kacang panjang segar 0,25 kg
5. Kangkung air segar 0,25 kg
6. Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
7. Gula pasir 1 kg
8. Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter 





gambar 1:  bahan-bahan


gambar 2: penimbangan bahan 


Cara membuat  :

1.  potong menjadi kecil  pisang, batang pisang, nanas, pepaya, kangkung, kacang panjang lalu haluskan menggunakan blendder.. kemudian masukan semua bahan kedalam ember,aduk hingga rata
2. campurkan gula pasir, air tuak dari nira kedalam ember tadi aduk hingga rata
3. kemudian tutup ember  dengan rapat selama 7 hari



gambar 3:  proses pembuatan




gambar 4

Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan
sebagai pupuk kompos.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar